News
Dari Mobilitas ke Pengalaman Wisata, JXB Dorong Transportasi Publik Jadi Bagian dari Perjalanan Jakarta
Corporate   2026-09-28   Download
Perjalanan menggunakan transportasi publik kini tidak lagi sekadar tentang berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Di kota yang terus berkembang seperti Jakarta, konektivitas transportasi dapat menjadi bagian dari pengalaman masyarakat dalam mengenal, menikmati, dan menjelajahi berbagai destinasi.
Momentum Hari Kereta Api Nasional yang diperingati setiap 28 September menjadi relevan untuk melihat kembali bagaimana transportasi berbasis rel terus berkembang sebagai bagian dari ekosistem mobilitas perkotaan. Terlebih, perluasan konektivitas LRT Jakarta hingga Manggarai membuka lebih banyak titik temu antara mobilitas harian, pusat aktivitas, dan berbagai destinasi di Jakarta.
Bagi Jakarta Experience Board (JXB), perkembangan tersebut juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara sektor transportasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Hal ini sejalan dengan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) atau Jakarta Experience Board (JXB) dan PT LRT Jakarta yang ditandatangani pada 5 Agustus 2026. Kerja sama tersebut menjadi langkah awal bagi kedua BUMD untuk menjajaki berbagai peluang kolaborasi strategis, khususnya dalam pengembangan usaha yang berkaitan dengan transportasi publik, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Ketika Perjalanan Menjadi Bagian dari Pengalaman
Transportasi publik memiliki peran yang semakin penting dalam membentuk pengalaman seseorang terhadap sebuah kota. Perjalanan menuju destinasi bukan lagi sekadar “perjalanan menuju tempat”, tetapi dapat menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman wisata.
Kondisi ini sejalan dengan perkembangan ekosistem transportasi berbasis rel di Jakarta. LRT Jakarta lintas Kelapa Gading–Manggarai resmi beroperasi pada September 2026 dan menghubungkan kawasan Kelapa Gading hingga salah satu simpul transportasi penting di Jakarta, yakni Manggarai. Hingga 24 September 2026, layanan tersebut telah mencatat 100.343 penumpang sejak peresmian pada 16 September.
Kehadiran konektivitas tersebut memperluas pilihan perjalanan masyarakat sekaligus membuka peluang untuk menghubungkan titik-titik mobilitas dengan berbagai aktivitas di sekitarnya.
Dalam konteks pariwisata, konektivitas menjadi salah satu elemen penting karena menentukan bagaimana wisatawan mencapai destinasi, berpindah antarkawasan, hingga menemukan pengalaman baru di sebuah kota.
JXB Melihat Peluang di Balik Konektivitas
Sebagai BUMD DKI Jakarta yang bergerak di bidang pariwisata, perhotelan, dan ekonomi kreatif, JXB melihat pengembangan pengalaman wisata tidak dapat dipisahkan dari ekosistem mobilitas kota.
Kolaborasi dengan LRT Jakarta menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan dua ekosistem tersebut. Transportasi publik menyediakan akses dan konektivitas, sementara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menghadirkan berbagai aktivitas serta pengalaman yang dapat dinikmati masyarakat setelah tiba di destinasi.
Dengan pendekatan tersebut, perjalanan menggunakan transportasi publik berpotensi menjadi bagian dari tourism journeyyang lebih utuh mulai dari menentukan perjalanan, mencapai kawasan tujuan, menikmati destinasi, hingga menemukan berbagai aktivitas dan layanan yang tersedia di Jakarta.
“Kolaborasi ini menjadi ruang untuk melihat transportasi publik bukan hanya sebagai moda mobilitas, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman masyarakat ketika menikmati Jakarta,” menjadi semangat yang dapat dikembangkan melalui sinergi JXB dan LRT Jakarta.
Membangun Perjalanan Jakarta yang Lebih Terhubung
Penguatan konektivitas juga sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap perjalanan yang semakin terintegrasi. KAI, misalnya, mencatat 351,6 juta pelanggan KAI Group sepanjang Januari–Agustus 2026, atau meningkat 7,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. KAI juga menempatkan penguatan konektivitas antarlayanan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem mobilitas, termasuk perjalanan menuju destinasi wisata.
Di Jakarta, keterhubungan berbagai moda transportasi dengan kawasan aktivitas kota memberikan peluang untuk menciptakan pola perjalanan yang lebih beragam. Wisatawan maupun masyarakat dapat menjadikan transportasi publik sebagai bagian dari perjalanan untuk menikmati ruang publik, destinasi budaya, kuliner, hiburan, hingga berbagai kegiatan kreatif.
Bagi JXB, peluang tersebut sejalan dengan perannya dalam mengembangkan berbagai pengalaman di Jakarta, baik melalui destinasi, perhotelan, ruang publik, kuliner, maupun penyelenggaraan berbagai kegiatan.
Karena itu, memperkuat pariwisata Jakarta tidak hanya berbicara mengenai apa yang dapat dikunjungi, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat sampai, berpindah, dan menikmati perjalanan menuju destinasi tersebut.
Dari Moda Transportasi Menjadi Bagian dari Cerita Kota
Hari Kereta Api Nasional pada akhirnya bukan hanya menjadi momentum untuk melihat perkembangan perjalanan berbasis rel. Di tengah perubahan wajah Jakarta, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa konektivitas memiliki peran dalam membentuk pengalaman sebuah kota.
Melalui kolaborasi dengan LRT Jakarta, JXB membuka ruang untuk menghubungkan mobilitas dengan pengalaman wisata secara lebih terintegrasi. Bukan hanya membawa masyarakat dari satu stasiun ke stasiun lainnya, tetapi membuka kemungkinan agar setiap perjalanan memiliki cerita, aktivitas, dan pengalaman yang dapat ditemukan di sepanjang perjalanan.
Sebab, ketika transportasi membuat Jakarta semakin terhubung, pariwisata dapat membuat perjalanan tersebut semakin bermakna.
Related News