News
Bukan Sekadar Perizinan, Jakarta Film Commission Siap Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Kantor Baru di TIM
Corporate   2026-07-09   Download
Jakarta Film Commission (JFC) resmi memiliki kantor baru yang berlokasi di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Peresmian yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakarta Experience Board (JXB) ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di ibu kota.
Hadirnya kantor baru JFC bukan sekadar penambahan fasilitas pelayanan, melainkan menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang semakin ramah bagi industri film, baik nasional maupun internasional. Keberadaan JFC diharapkan mampu memperkuat layanan satu pintu bagi para pelaku industri audiovisual, mulai dari fasilitasi perizinan, pendampingan produksi, hingga promosi lokasi syuting yang tersebar di berbagai sudut Jakarta.
Lebih dari itu, aktivitas produksi film memiliki dampak ekonomi yang luas. Setiap proses produksi melibatkan ratusan tenaga kerja lintas profesi, mulai dari kru produksi, pekerja kreatif, penyedia transportasi, katering, akomodasi, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi syuting. Kehadiran investasi dari industri film juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Direktur Utama Jakarta Experience Board, Yunn Bali Mohammad Yusuf, mengatakan bahwa JFC hadir dengan visi yang lebih besar dibanding sekadar mempermudah proses administrasi produksi film.
"Jakarta Film Commission kami hadirkan sebagai katalisator bagi pertumbuhan industri kreatif Jakarta. Kami ingin memastikan para sineas mendapatkan kemudahan dalam berproduksi, sekaligus menjadikan Jakarta sebagai destinasi produksi yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Ketika semakin banyak film diproduksi di Jakarta, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh industri perfilman, tetapi juga oleh sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM," ujar Yunn Bali Mohammad Yusuf.
Menurutnya, kantor baru JFC di Taman Ismail Marzuki juga akan menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku industri kreatif untuk membangun jejaring, berbagi pengetahuan, serta mengembangkan berbagai program yang mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif dunia.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa industri film memiliki peran penting dalam membangun citra sebuah kota di mata dunia. Film tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga media promosi yang efektif untuk memperkenalkan identitas, budaya, hingga destinasi wisata Jakarta kepada khalayak yang lebih luas.
"Jakarta memiliki potensi besar sebagai kota yang kaya akan cerita, budaya, sejarah, dan lokasi yang menarik untuk produksi film. Kehadiran Jakarta Film Commission menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menciptakan iklim industri kreatif yang semakin kondusif, menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkenalkan wajah Jakarta melalui karya-karya perfilman," kata Rano Karno.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kota besar di dunia telah membuktikan bahwa film mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus instrumen city branding yang efektif. Lokasi yang muncul dalam film maupun serial kerap berkembang menjadi destinasi wisata baru yang meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui peran JFC, Jakarta menargetkan dampak serupa dengan menghadirkan pelayanan yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kemudahan investasi.
Dengan kantor barunya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Film Commission diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi industri perfilman sekaligus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, investor, dan masyarakat kreatif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Jakarta dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi kota.
Related News